Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus
Selamat Datang di Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus,

PROFIL DESA BERSERI PROPINSI JAWA TIMUR TAHUN 2013 DESA JARAK, KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG

13 Maret 2014 - 10:58:21 - Hits : 948 - Posted by singgih

Nama Kepala Desa/ Lurah : Winoto

Ketua Kader Lingkungan : Parimuen

Luas Desa : 8,30 km2

Jumlah Penduduk : 2.983 jiwa (laki-laki 1.513 jiwa dan perempuan 1.470 jiwa)   

Topografi : mayoritas berupa hutan dan terletak pada dataran tinggi dengan ketinggian 482 m di atas permukaan laut

 

Kondisi topografi, Desa Jarak mayoritas berupa hutan dan terletak pada ketinggian 482 m di atas permukaan laut. Kondisi geologi, sebagian besar jenis tanah Desa Jarak berupa tanah alluvial hitam. Kondisi hidrologi, berpotensi dalam penyediaan sumber daya air karena termasuk dalam hulu sungai. Selain itu, terdapat beberapa mata air dengan debit yang sedang. Kondisi iklim, iklim tropis dengan suhu berkisar antara 25o – 28o Celcius. Tingkat kesuburan tanah cukup tinggi karena terletak di dataran tinggi, tepatnya di bagian selatan dan barat Pegunungan Anjasmoro.

Pola penggunaan lahan, sebagian besar dimanfaatkan untuk perkebunan karena kondisi tanah yang subur, namun terdapat juga pertanian dan peternakan. Hasil pertanian di Desa Jarak meliputi kopi, cengkeh, kakao, buah-buahan (Durian, Langsep, Manggis, Alpukat, dll), kayu-kayuan, empon-empon (Lengkuas, Kunyit, Serai, Jahe, Lada). Sedangkan potensi peternakan yang dikembangkan di Desa Jarak meliputi Sapi perah, Sapi potong, Kambing, Ayam buras, Entok, Itik.

Untuk upaya pengendalian kekeringan, baniir, dan longsor, dilakukan upaya pembuatan Rorak 500 unit/tahun, dengan adanya rorak ini berhasil menahan laju air di saat musim penghujan dan meningkatkan daya serap air ke dalam tanah sehingga mencegah terjadinya banjir khususnya pada kawasan di bawahnya mengingat Ds. Jarak berada pada posisi paling tinggi di wilayah Kab. Jombang.

 Ds. Jarak terdapat 15 sumber mata air yang merupakan sumber air bersih bagi warga masyarakat Ds. Jarak dan desa di sekitarnya bahkan salah satu sumber mata air merupakan sumber air PDAM untuk warga perkotaan. Terdapat kelompok yang bertanggung jawab terhadap kuantitas sumber mata air dengan kegiatan melaksanakan pemantauan secara rutin terhadap jaringan distribusi dan melaksanakan penghijauan serta pemeliharaan tanaman di sekitar sumber mata air.

Kegiatan perlindungan mata air juga didukung oleh Koperasi SAB dengan melakukan sosialisasi, penghijauan di sekitar sumber mata air, pemasangan papan himbauan dan pembangunan sarana perlindungan mata air. Selain itu kegiatan perlindungan mata air juga dilakukan oleh siswa-siswa sekolah dengan didampingi oleh LSM Ecoton melalui kegiatan polisi air dalam bentuk pemantauan kualitas air dengan metoda biolitik, penghijauan di sekitar sumber mata air dan pemasangan papan himbauan.

Selain itu telah dilaksanakan penghijauan pada lahan seluas 200 Ha atau > 30% dari luas total wilayah Ds. Jarak. Penghijauan dilaksanakan baik oleh pemerintah, dukungan dari pihak swasta maupun swadaya masyarakat. Terkait upaya pengendalian banjir dan longsor, di Ds. Jarak digalakkan penanaman bambu dan kaliandra di sepanjang aliran sungai, kedua jenis tanaman ini terbukti mampu menahan laju air sungai khususnya pada saat hujan deras dan debit air meningkat. Khusus penanaman pohon bambu juga digalakkan oleh Lapesdam NU yang aktif melaksanakan kegiatan pendampingan masyarakat di desa tersebut.

Selain dilaksanakan oleh pemerintah, kegiatan penghijauan rutin dilaksanakan oleh masyarakat atas kesadaran sendiri. Masyarakat aktif melaksanakan pembibitan untuk selanjutnya ditanam sendiri baik di lahan milik pribadi, di kawasan penyangga hutan maupun di sekitar sumber mata air. Disamping itu melalui kegiatan hutan lestari oleh Koperasi SAB, masyarakat diberi bantuan bibit untuk melakukan penghijauan dengan tanaman Sengon di lahan milik pribadi. Dalam Tahun 2012 kemarin jumlah total kegiatan penghijauan tidak kurang dari 100.000 bibit pohon yang telah ditanam.

Kegiatan pertanian terpadu dilaksanakan oleh hampir seluruh warga Ds. Jarak. Hal ini berkaitan dengan pekerjaan utama mereka selain bertani juga sebagai peternak kambing. Bentuk pertanian terpadu yang mereka terapkan adalah: masyarakat menanam jenis tanaman yang daun atau bagian dari pohon dan buahnya dapat bermanfaat sebagai sumber pakan ternak kambing. Kotoran kambing yang dihasilkan selanjutnya dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman yang digunakan sebagai sumber pakan.

Selain memanfaatkan kotoran kambing dan sapi sebagai pupuk organic, masyarakat juga sudah mengenal dan menggunakan pestisida nabati yang dibuat sendiri untuk mengendalikan hama penyakit. Kegiatan pertanian organik juga didukung dengan pembinaan baik oleh Dinas Kehutanan, Lapesdam NU maupun Koperasi SAB yang saat ini sedang mengembangkan program hutan lestari melalui penanaman sengon. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan jenis tanaman yang bermanfaat seperti tanaman toga atau apotek hidup sudah umum dilaksanakan oleh warga masyarakat.

 

Kotoran sapi telah dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif baik untuk kompor maupun penerangan dan kompos untuk tanaman, sedang kotoran kambing untuk kompos tanaman. Sebanyak 37 reaktor biogas atau lebih dari 50% pemilik peternakan sapi di Ds. Jarak telah memiliki reaktor biogas. Dari jumlah tersebut telah dimanfaatkan oleh ±50 KK. Selain dibangun oleh pemerintah melalui dana APBD dan APBN, sebagian besar pembangunan reaktor tersebut merupakan swadaya masyarakat dengan dukungan dari pihak swasta (HIVOS melalui Program Biru).

Tags :

Info Terkait :

  • Copyright © 2014 Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Kudus
    Jl. AKBP Ragil Kusmanto No. 1/b KUDUS 59346
    Phone/Fax. 0291 4251490
    publikasi@blhkudus.ppejawa.com